Jumat, 23 November 2012

Zaman Prakambrium



Zaman Prakambrium
Bumi berdasarkan pengetahuan terbaru dibentuk pada 4560 Ma (million years ago) Kambrium dimulai pada 542 Ma (Geologic Time Scale 2004 – Gradstein et al., 2004). Maka, pra-Kambrium berlangsung dari 4560542 Ma, atau meliputi sekitar 7/8 sejarah Bumi. Sungguhpun demikian, betapa sedikitnya pengetahuan kita tentangnya. Kurun Fanerozoikum (Phanerozoic) 542 Ma-sekarang adalah kurun biostratigrafi, dimulai dengan melimpahnya fosil akibat Cambrian Explosion terus sampai ke zaman Kenozoikum. Pembagiannya ke dalam masa, zaman, kala, dan tingkat (stage, pembagian internasional) adalah didasarkan kepada biostratigrafi. Sementara itu, pembagian waktu pra-Kambrium didasarkan kepada geokronometri isotop-isotop radioaktif pada mineral, batuan, dan kerak yang ditemui. Bisa dipahami sebab kehidupan pada pra-Kambrium sangat minimal dan baru berkembang. Zaman pra-kambrium terbagi dua masa yaitu :
1.      Masa Arkeozoikum (4,5 – 2,5 milyar tahun lalu)
Masa Arkeozoikum (Arkean) artinya Masa Kehidupan Purba, yang terjadi antara 4500 - 2500 juta tahun yang lalu. Arkeozoikum adalah suatu eon geologi sebelum Proterozoikum yang berakhir 2500 juta tahun yang lalu. Bersama dengan masa Proterozoikum, masa Arkeozoikum dikenal sebagai masa pra-kambrium.
Batas ini tidak ditentukan secara stratigrafi melainkan secara kronometri. Titik awal masa ini tidak secara resmi diakui oleh International Commission on Stratigraphy, tapi biasanya dianggap berlangsung sejak 3800 juta tahun yang lalu, di akhir eon Hadean. Arkeozoikum (Arkean) terdiri dari empat era, berturut-turut dari yang paling awal: Eoarkean, Paleoarkean, Mesoarkean, dan Neoarkean.
Zaman Arkeozoikum merupakan masa awal pembentukan batuan kerak bumi yang kemudian berkembang menjadi protokontinen. Jadi kerak bumi terbentuk setelah pendinginan bagian tepi dari “balon bumi” (bakal calon bumi). Plate tectonic / Lempeng tektonik yang menyebabkan gempa itu terbentuk pada masa ini. Lingkungan hidup masa itu tentunya mirip dengan lingkungan disekitar mata-air panas.
Batuan masa ini ditemukan di beberapa bagian dunia yang lazim disebut kraton / perisai benua. Batuan tertua tercatat berumur kira-kira 3.800.000.000 tahun. Masa ini juga merupakan awal terbentuknya Indrorfer dan Atmosfer serta awal muncul kehidupan primitif di dalam samudera berupa mikro-organisma (bakteri dan ganggang). Fosil tertua yang telah ditemukan adalah fosil Stromatolit dan Cyanobacteria dengan umur kira-kira 3.500.000.000 tahun.
2.      Masa Proterozoikum (2,5 milyar – 290 juta tahun lalu)
Proterozoikum artinya masa kehidupan awal. Masa Proterozoikum merupakan awal terbentuknya hidrosfer dan atmosfer. Pada masa ini kehidupan mulai berkembang dari organisme bersel tunggal menjadi bersel banyak (enkaryotes dan prokaryotes). Menjelang akhir masa ini organisme lebih kompleks, jenis invertebrata bertubuh lunak seperti ubur-ubur, cacing dan koral mulai muncul di laut-laut dangkal, yang bukti-buktinya dijumpai sebagai fosil sejati pertama.
Prakambrium adalah nama informal untuk eon-eon pada skala waktu geologi yang terjadi sebelum eon Fanerozoikum saat ini. Periodenya dimulai dari pembentukan Bumi sekitar 4500 juta tahun yang lalu hingga evolusi hewan makroskopik bercangkang keras, yang menandai dimulainya Kambrium, periode pertama dari era pertama (Paleozoikum) eon Fanerozoikum, sekitar 542 juta tahun yang lalu. Umumnya Prakambrium dianggap terdiri dari eon Hadean, Arkean, dan Proterozoikum.
Sifat Batuan Pra_Kambrium
Batuan yang berumur Pra-Kambrium terutama terdiri dari batuan hablur, baik yng merupakan magma maupun yang merupakan peleburan dan penghabluran kembali batuan jenis lain akibat peristiwa metamorfisme. Pada batuan Pra-Kambrium strukturnya sudah sangat komplek sehingga sangat sulit mengenal kembali peristiwa-peristiwa mana yang telah berlangsung padanya.
Umur Batuan Pra-Kambrium
Alas batuan yang tertua yang mengandung fosil yang nyata yaitu batuan Kambrium lebih kurang berumur 600-500 juta tahun. Karena kerak bumi menurut perhitungan berumur 4.500 juta tahun, maka batuan Pra-Kambrium telah mengalami sejarah selama kurang lebih 4.000 juta tahun atau 8 kali lebih tua dibandingkan dengan waktu pembentukan batuan yang berfosil. Apabila batuan Kambrium telah banyak mengalami perubahan maka dapat dibayangkan bagaimana hebatnya pengaruh perubahan yang telah dialami oleh batuan Pra-Kambrium.
Pelamparan Batuan Pra-Kambrium
Batuan Pra-Kambrium tampak di muka bumi, di beberapa tempat yang sangat terbatas. Pada umumnya daerah-daerah tersebut merupakan bagian pusat dari benua dengan bentuk yang agak melingkar dengan permukaan sedikit cembung. Karena bentuk yang demikian ini, maka inti Pra-Kambrium disebut pula sebagai perisai benua atau Kraton. Makin jauh dari inti benua batuan Pra-Kambrium ini ditutupi oleh batuan yang lebih muda. Akibat adanya torehan oleh sungai maka akan dapat dilihat dengan jelas susunan dan hubungannya dengan batuan yang lebih muda.
Tempat-tempat di mana batuan yang berumur Pra-Kambrium dapat dilihat antara lain :
1.      Grand Canyon, di daerah Arizona di Sungai Colorado di Amerika.
2.      Perisai Kanada, di daerah Kanada sekitar Teluk Hudson.
3.      Perisai Brasilia, di daerah Guyana sekitar Venezuela.
4.      Perisai Afrika Pusat, di daerah pusat Benua Afrika.
5.      Perisai Fenoskandia (Perisai Baltik), di daerah Finlandia, Swedia, negara-negara Baltik.
6.      Perisai Angara, di daerah Siberia dan Tiongkok Utara.
7.      Perisai Gondwana, di daerah India yang meliputi hampir seluruh daerah selatan lembah Indus-Gangga.
8.      Perisai Sjan, di derah Tiongkok Tenggara dan Indocina.
9.      Perisai Australia, di Benua Australia.

Kesan-kesan Adanya Kehidupan dalam Pra-Kambrium
Kesan-kesan adanya kehidupan dijumpai sudah sngat lama umurnya. Kesan-kesan tersebut dijumpai di daerah Rhodesia. Dengan cara radioaktif dapat diketahui umurnya yaitu lebih kurang 2.650 juta tahun yang merupakan lapisan grafit yang sangat tipis, yaitu karbon bebas yang hanya dapat dibentuk  oleh tumbuhan berhijau daun. Daerah lapisan grafit tersebut sayangnya tidak dapat diamati lebih lanjut bagaimana sifat dan bangun dari struktur tumbuh-tumbuhan tersebut.
Orang mengira bahwa beberapa batu gamping dengan bentuk yang tidak teratur kadang-kadang dengan lapisan tipis grafit telah terbentuk oleh tumbuh-tumbuhan tingkat rendah yang mengeluarkan zat gamping (sebagsa Algae). Di samping itu dijumpai pula jejak rayapan sebangsa cacing yang kurang begitu nyata. Dengan demikian maka bukti adanya kehidupan yang nyata selama Pra-Kambrium masih belum dapat dipastikan.

Batuan Pra-Kambrium di Indonesia
Hingga sekarang belum dijumpai dengan pasti kemungkinan adanya endapan yang berumur Pra-Kambrium di Indonesia. Apabila dijumpai kemungkinan besar akan didapatkan di derah yang berdekatan dengan daerah Perisai Australia yaitu Pulau Irian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar